siang 7/9, ada sekitar 3 kelompok anak-anak sekolah sepulang sekolah dengan bersepeda dengan sejajar 3 baris di jalan raya. Saya selaku mahasiswa miris melihat mereka yang besepada baris 3 di jalan raya yang ramai. Apalagi jalan raya tersebut padat dengan truk melintas.
Mengapa miris?
ya, tindakan seperti itu dapat mengakibatkan persempitan jalan dan dapat mengganggu nyawa mereka!
Kemana guru yang seharusnya mengingatkan mereka?
Mari kita tarik mundur waktu. Sewaktu saya masih kecil, saya masih ingat dengan benar. Guru Sekolah Dasarku memberi pelajaran tentang bagaimana harusnya bersepeda dengan benar di jalan raya. Guru Sekolah Dasarku mengatakan, "Kalo bersepeda jangan jajar ber-3 yha, anak-anak? Karena itu dapat mengganggu pengguna jalan lain. Jalan itu bukan jalan sendiri, jadi harus berbagi. Minimal 2 jajar kalo bersepeda bersama teman-teman."
Dan sekarang, dimanakah sosok guru seperti itu? mengingatkan siswanya untuk berhati-hati di jalan?
Miris sekali ya, dengar berita kaya gini. Guru jaman sekarang hanya berorientasi pada pokok ajaran studi pelajaran dan hanya bersifat formalitas saja. Guru jaman sekarang hanya fokus pada selesainya pendidikan atau entah itu apa namanya pada muridnya. Sistem Semester yang pendek katanya dapat mempercepat pndidikan, tapi lihatlah dulu dengan sistem caturwulan I-III lebih menjamin pendidikan bermutu daripada semester I-II.

0 komentar:
Posting Komentar